{"id":629,"date":"2011-01-27T06:22:15","date_gmt":"2011-01-26T23:22:15","guid":{"rendered":"http:\/\/oktobrima.staff.fe.uns.ac.id\/?p=629"},"modified":"2011-01-27T06:22:15","modified_gmt":"2011-01-26T23:22:15","slug":"misteri-al-quran","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/angga.feb.uns.ac.id\/?p=629","title":{"rendered":"Misteri Al-Quran"},"content":{"rendered":"<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: left\"><strong><span>Tentang  Al-Quran, bukan sebuah kitab termaktub, tertulis dengan hurus huruf  arab pada Mulanya. Tiada dalam sejarah bahwa Al-quran adalah lafadz  tertulis seperti dalam bentuk buku sekarang. Tetapi kehebantannya  membuktikan mampu merobah bangsa biadab di jazirah arab, menjadi bangsa  yang santun. Bahkan bukan hanya bangsa arab yang merasakan nikmatnya  Al-quran waktu itu, tetapi banyak negeri hingga Yunani harus  berinspirasi dalam membangun peradaban barat. Jelasnya, barat muncul  ditengarai bukan karena agama lainnya, tetapi karena Islam. <\/span><\/strong><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: left\"><strong><span>Tanpa  Islam, dunia barat dan segala kiatnya merupakan kegelapan atas manusia  selamanya. Kordoba, Bizantium merupakan titik awal terjadinya perobahan  dunia, terinspirasi oleh situs situs Islam yang menjadi bukti  kebangkitan dunia Islam, setelah terjadi pembunuhan massal oleh pihak  non Muslim, dalam mengakhiri sejarah Islam di belahan Bumi spanyol waktu  itu, hingga jejaknyapun hampir sirna, bila tak karena negosiasi politik  kerajaan Arab Saudi, dalam menyelamatkan aset peninggalan Islam, maka  Al-Hambra yang dulu merupakan lambang dan simbol kemajuan Islam di  Bidang Sains dan Tekhnologi (meskipun dalam suasana yang berbeda), tak  akan pernah ada di panggung sejarah. Akhir Pembajakan Negeri lslam  tersebut, menyisahkan kepedihan<span> <\/span>mendalam, Ribuan orang  terkubur sebagai saksi hitam dan kejahtan sebuah agama, didalam gedung  yang tidak lagi menjadi milik kita.<\/span><\/strong><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: left\"><strong><span>Apa yang  menarik adalah Al-Quran, jauh sebelum dibukukan. AlQuran yang mestery  kehebatannya itu mampu menjungkir balikkan negeri negeri raksasa, hanya  karena prediksi al-Quran itu sendiri, bersama lintasan ayat ayat  didalamnya. Setiap raja kafir (sebelum memeluk Islam) menerima ajakan  masuk Islam oleh utusan utusan Nabi Muhammad, hatinya menjadi bergetar  lewat pengakuannya\u201d Apakah Dia ada tanda kenabiannya?. Itu pertanyaan  orang orang kafir yang tahu bahwa Muhammad Nabi saw. Adalah Nabi Yang di  janjikan. Ada kata Utusan. \u201cKhataman Nabiyyin\u201d, selain menjadi stempel  cincin kenabian, juga merupakan tanda yang tertulis di Pundaknya, itu  yang meyakinkan para ahlul kitab, sehingga mereka berlomba menyambut  Kenabian muhammad. <\/span><\/strong><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: left\"><strong><span>Kecengangan  para pembaca Al-quran bukan orang sembarang orang, tetapi para  Sastrawan arab sendiri yang sering berkelana di lembah lembah  bersenadung dengan puisinya. Kegersanga negeri Unta, kecantikan  wanitanya dan kegagahan prianya, menghiasi satra sastra mereka. Tetapi  membaca balaghah al-quran (sistematika al-Quran) yang diluar senandung  sastra Arab, mereka menjadi ciut nyalinya berhadapan dengan al-Quran,  sehingga mereka harus menyatakan tekad buladnya\u201d Amannaa\u201d (kami  beriman). Kalau hanya sekedar bahasa Arab sih siapapun bisa merangkai  kalimat senandung arab, tetapi kalau berbicara susunan huruf, kata dan  kalimatnya mungkin kita akan mengatahui kehebatan al-quran.<\/span><\/strong><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: left\"><strong><span>KEAJAIBAN ANGKA 7 DALAM AL-QURAN<\/span><\/strong><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: left\"><strong><span><span> <\/span>Abd  Ad-Da\u2019im Al Kahil. Dalam bukunya mesteri angka tujuh dalam al-quran  membahas tuntas mengapa angka Tujuh itu menjadi trandy dalam al-quran,  dan bagaimana hubungannya, yang jelas al-quran tidak disusun oleh tangan  tangan jahil, melainkan Tangan Suci Allah yang menulisnya di Lau  mahfudz. Ia mengulas secaramendalam kemukjizatan Al-Quran dalam bidang  numerik. Ia membuktikan bahwa semua surah, ayat, kata, dan huruf dalam  Al-Quran disusun ALLAHsecara teratur dengan sistem berbasis angka 7  sebagai dalil bahawa ia bersumber dari Rabb 7 lapis langit ( maaf bukan  tuju planet), karena tuju planet tersebut masih dalam satu muara langit  pertama. <\/span><\/strong><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: left\"><strong><span>Tidak dapat  dipungkiri, angka paling istimewa dalam Al-Quran setelahangka 1 adalah  angka 7. Angka ini memiliki keistimewaan dalam berbagai rutinitas  ibadah, alam semesta, dan sejarah. Apa rahasia angka ini?Mengapa ia  disebut berulang-ulang di berbagai tempat dalam Al-Quran?<\/span><\/strong><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: left\"><strong><span>Bagaimana  alam raya yang luas dengan setiap bahagian, orbit danbintang-bintangnya  terikat dan terkait satu sama lain? Denganhikmah-NYA, ALLAH menetapkan  hukum-hukum matematik yang tepat untuk keterkaitan alam, di antaranya  hukum gravitasi. Hukum ini membumi mengelilingi matahari dan bulan  menelilingi bumi.<\/span><\/strong><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: left\"><strong><span>Sebagaimana  kita lihat, banyak sekali indikasi angka 7 di alamsemesta dan kehidupan  di sekitar kita. Kita juga melihat tatanan yangsempurna dengan basis  angka 7 dalam Al-Quran. Ini menunjukkan keesaanALLAH dan Al-Quran adalah  kitabullah.<\/span><\/strong><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: left\"><strong><span>Hikmah  pemilihan angka 7 sebagai poros penelitian ini adalahbanyaknya indikasi  angka 7 di dalam Al-Quran dan hadiths Nabi, jugapengulangan angka ini  dalam tatanan yang sangat teratur di Kitabullahyang dalil-dalilnya akan  dikemukakan. Ketika tahu bahawa tatanan alamsemesta berbasis angka 7 dan  kita menemukan angka ini terulang-ulangsecara sistematik di dalam kitab  suci yang diturunkan 14 abad lalu,kita yakin bahawa Pencipta alam raya  adalah Yang Menurunkan Al-Quran.<\/span><\/strong><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: left\"><strong><span>Sekarang  mari kita lihat kehadiran angka 7 di alam semesta. Ketikamencipta alam,  ALLAH menjadikan langit berjumlah tujuh lapis (tingkatan), demikian juga  bumi. ALLAH berfirman, \u201cALLAH lah yang menciptakan tujuh langitdan  demikian juga bumi. Perintah ALLAH berlaku padanya agar kamumengetahui  bahawa ALLAH Maha Kuasa atas segala sesuatu denganilmu-NYA.\u201d (QS  Ath-Thalaq: 12).<\/span><\/strong><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: left\"><strong><span>Bahkan  atom, sebagai unit fundamental struktur alam semesta, jugatersusun dari  tujuh lapisan elektron. Tidak mungkin lebih. Jumlah hari dalam sepekan  tujuh, jumlah not musik tujuh, jumlah warna tujuh, danpara geologi  menemukan bahwa bola bumi tersusun dari tujuh tingkatan.<\/span><\/strong><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: left\"><strong><span>Angka 7  juga menampakkan kehadiran yang nyata dalam sunnah Nabi. Beliau telah  menyampaikan banyak sekali hadiths dan angka 7 memiliki\u201cjatah\u201d yang  besar di dalamnya. Ini menunjukkan urgensi angka ini sertakeragaman  indikasi dan rahsianya.<\/span><\/strong><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: left\"><strong><span>Ketika  menerangkan hal-hal yang merusak, Rasulullah membatasinya pada tujuh  hal. Beliau bersabda, \u201cJauhilah tujuh hal yang merusak.\u201d<\/span><\/strong><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: left\"><strong><span>Ketika  menerangkan perihal kezhaliman dan mengambil tanah orang laintanpa  alasan, beliau menjadikan angka 7 sebagai simbol azhab pada harikiamat,  dan bersabda: \u201cOrang yang menzhalimi orang lain walau hanyabeberapa  jengkal tanah, akan dikalungkan kepadanya azhab dari tujuhbumi.\u201d (HR  Bukhari Muslim).<\/span><\/strong><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: left\"><strong><span>Nabi  menerangkan bahwa ALLAH memerintahkan kita bersujud dengan tujuh organ  tubuh. Beliau bersabda, \u201cAku diperintahkan untuk bersujuddengan tujuh  tulang.\u201d (HR Bukhari Muslim). Ketika berbicara tentangAl-Quran, beliau  menyatakan, angka 7 memiliki hubungan yang sangat eratdengan kitabullah  ini. Beliau bersabda, \u201cAl-Quran diturunkan dengantujuh huruf.\u201d (HR  Bukhari Muslim).<\/span><\/strong><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: left\"><strong><span>Ketika  seorang sahabat meminta Nabi menjelaskan rentang waktu  untukmengkhatamkan Al-Quran, beliau bersabda, \u201cKhatamkan Al-Quran setiap  tujuh hari, dan jangan lebih cepat dari itu.\u201d<\/span><\/strong><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: left\"><strong><span>Demikianlah, angka 7 adalah angka yang paling istimewa dalam hadiths-hadiths Nabi.<\/span><\/strong><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: left\"><strong><span>Angka 7 dalam Kisah-kisah Al-Quran<\/span><\/strong><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: left\"><strong><span>Penyebutan  angka 7 diulang-ulang dalam kisah Al-Quran. Nabi Nuh menyeru kaumnya  untuk memikirkan tujuh lapis langit. Beliau berkata kepada mereka,  \u201cTidakkah kamu memperhatikan bagaimana ALLAH menciptakan tujuh langit  berlapis-lapis.\u201d (QS Nuh: 5).<\/span><\/strong><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: left\"><strong><span>Angka 7  juga disebutkan dalam kisah azab bagi kaum Nabi Hud yangdikirim kepada  Qabilah Ad. ALLAH berfirman, \u201cKaum Ad telah dibinasakandengan angin itu  kepada mereka selama tujuh malam delapan hariterus-menerus.\u201d<\/span><\/strong><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: left\"><strong><span>Dalam kisah  Nabi Musa disebut angka 70, yang merupakan kelipatan 7.ALLAH berfirman,  \u201cMusa memilih 70 orang dari kaumnya untuk waktu yangtelah Kami tetapkan  (QS Al A\u2019raf: 155).<\/span><\/strong><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: left\"><strong><span>Penyebutan  angka 7 tidak terbatas pada kehidupan dunia, tetapi kita dapatkan juga  dalam kehidupan akhirat. Kata alqiyamah terulangdalam Al-Quran sebanyak  70 kali, kelipatan 7. Kata jahanam terulang 77kali, yang bererti juga  kelipatan 7. Tentang tujuh pintu jahanam, ALLAHSubhanahu wa Ta\u2019ala  berfirman, \u201cIa memiliki tujuh pintu. Setiap pintuuntuk golongan tertentu  dari mereka.\u201d (QS Al-Hijr: 44).<\/span><\/strong><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: left\"><strong><span>Tentang  azhab ALLAH pada hari kiamat, kita temukan kehadiran angkakelipatan 7.  ALLAH berfirman, \u201cTangkaplah dia. lalu belenggulahtangannya ke lehernya,  lalu masukkanlah dia ke dalam api neraka yangmenyala-nyala, lalu  belitlah dia dengan rantai yang panjangnya 70hasta.\u201d (QS Al-Haqqah:  30-32).<\/span><\/strong><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: left\"><strong><span>Jangan  lupa, ALLAH juga menyebut angka 7 ketika mendeskripsikankata-kataNYA.  ALLAH berfirman, \u201cJika pohon-pohon di bumi menjadi penadan lautan  menjadi tinta, lalu ditambahkan kepadanya tujuh lautan lagi,kata-kata  ALLAH tidak akan habis-habisnya. Sesungguhnya ALLAH MahaPerkasa dan Maha  Bijaksana (QS: Luqman: 27).<\/span><\/strong><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: left\"><strong><span>Angka 7  disebut untuk menunjukkan pahala yang diberikan ALLAH kepadaorang-orang  yang menginfakkan hartanya di jalan-NYA. ALLAH berfirman,\u201cPerumpamaan  orang yang menginfakkan harta di jalan ALLAH sepertisebutir biji yang  menumbuhkan tujuh tangkai. Pada setiap tangkai ada100 biji. ALLAH  melipatgandakan bagi siapa yang DIA kehendaki dan ALLAHMaha Luas lagi  Maha Mengetahui. (QS Al-Baqarah).<\/span><\/strong><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: left\"><strong><span>Ini bukti  kalau al-quran sebuah kitab yang dijamin pasti benarnya, bahkan merupaka  ayat ayat mulya yang tiada taranya, tak ada tolok bandingnya, sekalipun  harus dibandingkan dengan apapun tak akan menandingi al-Quran.<\/span><\/strong><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: left\"><strong><span>AL-QURAN DI JAMIN OLEH ALLAH SEBAGAI BERIKUT.<\/span><\/strong><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: left\"><strong><em><span>Sesungguhnya Al Quran itu adalah benar-benar wahyu (Allah yang diturunkan kepada) Rasul yang mulia,<\/span><\/em><\/strong><em> <\/em><strong><em><span>dan  Al Quran itu bukanlah perkataan seorang penyair. Sedikit sekali kamu  beriman kepadanya. Dan bukan pula perkataan tukang tenung. Sedikit  sekali kamu mengambil pelajaran daripadanya.<\/span><\/em><\/strong><em> <\/em><strong><em><span>Ia adalah wahyu yang diturunkan dari Tuhan semesta alam.<\/span><\/em><\/strong><em> <\/em><strong><em><span>Seandainya dia (Muhammad) mengadakan sebagian perkataan atas (nama) Kami,<\/span><\/em><\/strong><em> <\/em><strong><em><span>niscaya benar-benar Kami pegang dia pada tangan kanannya.<\/span><\/em><\/strong><em> <\/em><strong><em><span>Kemudian benar-benar Kami potong urat tali jantungnya.<\/span><\/em><\/strong><em> <\/em><strong><em><span>Maka sekali-kali tidak ada seorangpun dari kamu yang dapat menghalangi (Kami), dari pemotongan urat nadi itu<\/span><\/em><\/strong><strong><span>. (Al Haaqqah 40-47)<\/span><\/strong><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: left\"><strong><span>PENGAKUAN SARJANA BARAT TENTANG PEMBAWA AL-QURAN.<\/span><\/strong><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: left\"><strong><span>R. V. C. Bodley berkata: \u201c<em>Saya  ragu apa ada orang lain yang bisa merubah kondisi manusia begitu besar  seperti yang dilakukan dia (Muhammad SAW).\u201d (dinukil dari buku The  Messenger, <\/em>London 1946, halaman 9)<\/span><\/strong><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: left\"><strong><span>R. Bosworth-Smith berkata: <em>\u201cDengan  sebuah keberuntungan yang sangat unik dalam sejarah, Muhammad adalah  pendiri suatu Negara, suatu kerajaan dan suatu agama.\u201d (Dinukil dari  buku Mohammed and Mohammedanism,<\/em> 1946)<\/span><\/strong><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: left\"><strong><span>Sebagai tambahan: \u201cMuhammad adalah pribadi religius yang paling sukses.\u201d (Encyclopedia Britannica, edisi ke-11)<\/span><\/strong><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: left\"><strong><em><span>Michael  H. Hart berkata: \u201cMeskipun jumlah umat Kristen lebih banyak dari umat  Islam di dunia ini, mungkin kelihatannya aneh bahwa Muhammad berada di  urutan lebih tinggi dari Yesus. Ada dua alasan: Pertama, Muhammad  memegang peranan lebih penting dalam pengembangan Islam dibanding  peranan Yesus dalam pengembangan Kristen. Meskipun Yesus bertanggung  jawab terhadap ajaran tata susila dan moral Kristen, St. Paul-lah yang  telah mengembangkan agama Kristen, penyebar dan penulis sebagian besar  dari Kitab PerjanjianBaru. Kedua, Muhammad bagaimanapun juga bertanggung  jawab atas Islam, ajaran tata susila dan prinsip moral. Selain itu,  dia-lah yang memegang kunci utama dalam penyebaran agama Islam dan  membangun peradaban Islam<\/span><\/em><\/strong><strong><span>,\u201d (dinukil  dari The 100: A ranking of the Most Influental Persons in History, New  York: Hart Publishing Company, Inc. 1978, hal. 38-39<\/span><\/strong><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: left\"><strong><span>Ini sebagai  sebuah bukti, nalar ilmiah seoran saintis yang berusaha bersikap adil  didalam memahami orang lain, bukan dengan dibarengi jiwa Milancolis,  tetapi didukung perangkat ilmu pengetahuan dan telaah mendalam terhadap  dasar dasar pijakan dan perkembangan sebuah agama, akhirnya akan  menghasilkan sebuah kesimpulan bijak dan sebagai sikap obyektivitas  dalam mentukan sebuah penilaian, bukan asal asalan. Yang jelas Islam Is  The Best. <\/span><\/strong><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: left\"><strong><span>Disadur Dari http:\/\/sejarah.kompasiana.com\/2010\/12\/11\/misteri-al-quran\/<br \/>\n<\/span><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tentang Al-Quran, bukan sebuah kitab termaktub, tertulis dengan hurus huruf arab pada Mulanya. Tiada dalam sejarah bahwa Al-quran adalah lafadz tertulis seperti dalam bentuk buku sekarang. Tetapi kehebantannya membuktikan mampu merobah bangsa biadab di jazirah arab, menjadi bangsa yang santun. Bahkan bukan hanya bangsa arab yang merasakan nikmatnya Al-quran waktu itu, tetapi banyak negeri hingga [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[14],"tags":[],"class_list":["post-629","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/angga.feb.uns.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/629","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/angga.feb.uns.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/angga.feb.uns.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/angga.feb.uns.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/angga.feb.uns.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=629"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/angga.feb.uns.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/629\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/angga.feb.uns.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=629"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/angga.feb.uns.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=629"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/angga.feb.uns.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=629"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}