{"id":929,"date":"2015-04-30T12:47:01","date_gmt":"2015-04-30T05:47:01","guid":{"rendered":"http:\/\/oktobrima.staff.fe.uns.ac.id\/?p=929"},"modified":"2015-04-30T12:47:01","modified_gmt":"2015-04-30T05:47:01","slug":"lima-cara-membersihkan-hati-oleh-aa-gym","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/angga.feb.uns.ac.id\/?p=929","title":{"rendered":"Lima Cara Membersihkan Hati oleh AA Gym"},"content":{"rendered":"<ol>\n<li><strong>Harus Punya waktu khusus untuk memeriksa diri sendiri.<\/strong> Carilah waktu khusus untuk bermuhasabah, menghitung-hitung kesalahan  dan  kekurangan diri, kalau perlu gunakan foto diri sendiri untuk  melihat  seperti apa kita dulunya. Menghitung berapa banyak hak orang  lain yang  kita ambil, atau dimakan? Adakakah dosa zina yang kita  lalukan? dan  segala dosa-dosa dan kesalahan yang kita pernah lakukan  selama ini.  Carilah tempat khusus untuk bermuhasabah, di rumah, di  mesjid sambil  iktikah atau sekalian pergi umrah. Kalau sedang umrah  sebaiknya menjauh  dari teman-teman sesama jemaah asal Indonesia biar  kita benar-benar  lepas untuk menangis menyesali kezaliman kita. Biar  tangisan kita  benar-benar tulus bukan karena ingin dipuji oleh sesama  teman. Kita  sering takut terlihat jelek dimata manusia tapi tidak takut  terlihat  jelek dimata Allah. Banyak bertafakur, tanyakan apakah diri  kita seorang  pendengki, zalim, pemarah dan segala kekurangan lainnya.<\/li>\n<li><strong>Miliki Cermin Diri<\/strong>. Orang-orang terdekat dengan  kita adalah  cerminan diri kita, suami\/isteri, anak, orang-tua, kakak,  adik adalah  orang-orang yang benar-benar tahu tentang segala kelebihan  dan  kekurangan kita. Seorang ibu sangat bangga kalau dipuji oleh orang  lain,  tapi biasa-biasa saja kalau dipuji oleh suami. Segalah masukan  dari  orang terdekat kita perlu dijadikan pedoman dan diambil jangan  dibiarkan  begitu berlalu begitu saja. Jangan marah kalau mereka  memberikan  masukan, ambil dan koreksi diri. Jangan dibantah. Jangan  terpesona  dengan kehebatann dan ketenaran orang lain karena apa yang  terlihat di  depan umum belum tentu sama dengan aslinya.<\/li>\n<li><strong>Miliki guru\/ulama pribadi.<\/strong> Cari guru yang tulus  yang mau  dengan terus-terang memberi tahu segala yang perlu kita  lakukan dan yang  harus kita tinggalkan. Guru yang mau memberi nasehat  untuk kebaikan  diri kita.<\/li>\n<li><strong>Manfaatkan orang yang tidak suka dengan kita.<\/strong> Setiap kita  punya orang-orang yang selalu mencari kekuarang kita,  mereka tidak  bosan-bosannya mengikuti tingkah laku kita secara  diam-diam. Mereka juga  tidak segan menceritakan kekurangan kita kepada  orang lain.  Bersyukurlah kalau kita punya orang seperti mereka itu  karena mereka  justru memberikan keuntungan kepada kita. Justru itu  bagus untuk koreksi  diri kita. Jika ada tetangga, saudara atau teman  kantor yang melakukan  itu, biarkan saja karena mereka sedang  mengumpulkan informasi tentang  hal-hal yang perlu kita perbaiki.  Jadikan hal itu sebagai acuan bagi  kita. AA Gym pernah dikritik  habis-habisan tentang dirinya, mereka  menulis sebuah buku lengkap  dengan segalah kekurangan beliau. AA Gym  membeli dan membaca buku itu,  beliau ambil hikmahnya dan berusaha  memperbaiki diri dengan  koreksi-koreksi yang ada. Kita tidak boleh  kepada mereka.<\/li>\n<li><strong>Tafakuri apa yang terjadi. <\/strong>Setiap peristiwa yang  menimpa  orang lain, tafakuri dan ambil hikmahnya. Bersyukur bahwa  musibah itu  tidak terjadi pada diri kita.<\/li>\n<\/ol>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Harus Punya waktu khusus untuk memeriksa diri sendiri. Carilah waktu khusus untuk bermuhasabah, menghitung-hitung kesalahan dan kekurangan diri, kalau perlu gunakan foto diri sendiri untuk melihat seperti apa kita dulunya. Menghitung berapa banyak hak orang lain yang kita ambil, atau dimakan? Adakakah dosa zina yang kita lalukan? dan segala dosa-dosa dan kesalahan yang kita pernah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[14],"tags":[],"class_list":["post-929","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/angga.feb.uns.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/929","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/angga.feb.uns.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/angga.feb.uns.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/angga.feb.uns.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/angga.feb.uns.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=929"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/angga.feb.uns.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/929\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/angga.feb.uns.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=929"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/angga.feb.uns.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=929"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/angga.feb.uns.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=929"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}