Archive for August, 2010

Aug 24 2010

Proteksi Website Dengan .HTACCESS

Published by under Tutorial

Pertama-tama yang harus disiapkan adalah 2 editor misalnya notepad, beri nama “.htaccess” untuk file pertama dan “.htpasswd” untuk file kedua.
Isilah file .htaccess dengan script dibawah ini

AuthType Basic
AuthName “Administrator”
AuthUserFile /opt/lampp/htdocs/administrator/.htpasswd
require valid-user

/opt/lampp/htdocs/administrator/.htpasswd  ini tempat diletakkannya .htpasswd bisa dirubah sesuai kebutuhan

lalu isilah file .htpasswd dengan user dan password yang sudah terenkripsi , untuk mendapatkan user dan password untuk .htpasswd silahkan dibuka URL berikut ini :

http://home.flash.net/cgi-bin/pw.pl

user:TnqWAzqAKOScET
user2:P5qqz/sqA4PDU2

Simpanlah kedua file tersebut ke dalam folder yang ingin di proteksi… misalnya folder “Admin”

OK Silahkan mencoba

Comments Off on Proteksi Website Dengan .HTACCESS

Aug 23 2010

Sedekah Yang Paling Afdhol

Published by under RenuNgan

Dalam sebuah hadits terdapat penjelasan Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam mengenai aktifitas bersedekah yang paling utama alias afdhol.

Tidak semua bentuk bersedekah bernilai afdhol. Bagi orang yang berusia muda dan sedang energik tentunya bersedekah memiliki nilai lebih tinggi di sisi Allah daripada bersedekahnya seorang yang telah lanjut usia, sakit-sakitan, dan sudah menjelang meninggal dunia.

Untuk itulah Nabi shollallahu ’alaih wa sallam memberikan gambaran kepada ummatnya mengenai sedekah yang paling afdhol.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَجُلٌ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ الصَّدَقَةِ أَفْضَلُ قَالَ أَنْ تَصَدَّقَ وَأَنْتَ صَحِيحٌ حَرِيصٌ

تَأْمُلُ الْغِنَى وَتَخْشَى الْفَقْرَ وَلَا تُمْهِلْ حَتَّى إِذَا بَلَغَتْ الْحُلْقُومَ

قُلْتَ لِفُلَانٍ كَذَا وَلِفُلَانٍ كَذَا وَقَدْ كَانَ لِفُلَانٍ

“Seseorang bertanya kepada Nabi shollallahu ’alaih wa sallam: “Wahai Rasulullah, sedekah apakah yang paling afdhol?” Beliau menjawab: “Kau bersedekah ketika kau masih dalam keadaan sehat lagi loba, kau sangat ingin menjadi kaya, dan khawatir miskin. Jangan kau tunda hingga ruh sudah sampai di kerongkongan, kau baru berpesan :”Untuk si fulan sekian, dan untuk si fulan sekian.” Padahal harta itu sudah menjadi hak si fulan (ahli waris).” (HR Bukhary)

Coba lihat betapa detilnya Nabi shollallahu ’alaih wa sallam menggambarkan ciri orang yang paling afdhol dalam bersedekah. Sekurangnya kita temukan ada empat kriteria: (1) Dalam keadaan sehat lagi loba alias berambisi mengejar keuntungan duniawi; (2) dalam keadaan sangat ingin menjadi kaya; (3) dalam keadaan sangat khawatir menjadi miskin dan (4) tidak dalam keadaan sudah menjelang meninggal dunia dan bersiap-siap membuat aneka wasiat soal harta yang bakal terpaksa ditinggalkannya.

Pertama, orang yang paling afdhol dalam bersedekah ialah orang yang dalam keadaan sehat lagi loba alias tamak alias berambisi sangat mengejar keuntungan duniawi.

Artinya, ia masih muda lagi masa depan hidupnya masih dihiasi aneka ambisi dan perencanaan untuk menjadi seorang yang sukses, mungkin dalam karirnya atau bisinisnya.

Dalam keadaan seperti ini biasanya seseorang akan merasakan kesulitan dan keengganan bersedekah karena segenap potensi harta yang ia miliki pastinya ingin ia pusatkan dan curahkan untuk modal menyukseskan berbagai perencanaan dan proyeknya.

Dengan dalih masih dalam tahap investasi, maka ia akan selalu menunda dan menunda niat bersedekahnya dari sebagian harta yang ia miliki. Karena setiap ia memiliki kelebihan harta sedikit saja, ia akan segera menyalurkannya ke pos investasinya.

Setiap uang yang ia miliki segera ia tanam ke dalam bisnisnya dan ia katakan ke dalam dirinya bahwa jika ia bersedekah dalam tahap tersebut maka sedekahnya akan terlalu sedikit, lebih baik ditunda bersedekah ketika nanti sudah sukses sehingga bisa bersedekah dalam jumlah ”signifikan” alias berjumlah banyak. Akhirnya ia tidak kunjung pernah mengeluarkan sedekah selama masih dalam masa investasi tersebut.

Kedua, bersedekah ketika dalam keadaan sedang sangat ingin menjadi kaya. Nabi shollallahu ’alaih wa sallam seolah ingin menggambarkan bahwa orang yang dalam keadaan tidak ingin menjadi kaya berarti bersedekahnya kurang bernilai dibandingkan orang yang dalam keadaan berambisi menjadi kaya. Sebab bila seorang yang sedang berambisi menjadi kaya bersedekah berarti ia bukanlah tipe orang yang hanya ingin menikmati kekayaan untuk dirinya sendiri.

Ia sejak masih bercita-cita menjadi kaya sudah mengembangkan sifat dan karakter dermawan. Hal ini menunjukkan bahwa jika Allah izinkan dirinya benar-benar menjadi orang kaya, maka dalam kekayaan itu dia bakal selalu sadar ada hak kaum yang kurang bernasib baik yang perlu diperhatikan.

Sekaligus kebiasaan bersedekah yang dikembangkan sejak seseorang baru pada tahap awal merintis bisnisnya, maka hal itu mengindikasikan bahwa si pelaku bisnis itu sadar sekali bahwa rezeki yang ia peroleh seluruhnya berasal dari Yang Maha Pemberi Rezeki, Allah Ar-Razzaq.

Hal ini sangat berbeda dengan orang kaya dari kaum kafir seperti Qarun, misalnya. Qarun adalah tokoh kaya di zaman dahulu yang di dalam meraih keberhasilan bisnisnya menyangka bahwa kekayaan yang ia peroleh merupakan buah dari kepiawaiannya dalam berbisnis semata.

Ia tidak pernah mengkaitkan kesuksesan dirinya dengan Yang Maha Pemberi Rezeki, Allah swt.

قَالَ إِنَّمَا أُوتِيتُهُ عَلَى عِلْمٍ عِنْدِ

“Qarun berkata: “Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu, karena ilmu yang ada padaku”.(QS Al-Qshshash ayat 78)

Ketiga, sedekah menjadi afdhol bila si pemberi sedekah berada dalam keadaan khawatir menjadi miskin. Walaupun ia dalam keadaan khawatir menjadi miskin, namun hal ini tidak mempengaruhi dirinya. Ia tetap berkeyakinan bahwa bersedekah dalam keadaan seperti itu merupakan bukti ke-tawakkal-annya kepada Allah.

Ia sadar bahwa jika Allah kehendaki, maka mungkin sekali dirinya menjadi kaya atau menjadi miskin. Itu terserah Allah. Yang pasti keadaan apapun yang dialaminya tidak mempengaruhi sedikitpun kebiasaannya bersedekah.

Ia sudah menjadikan bersedekah sebagai salah satu karakter penting di dalam keseluruhan sifat dirinya. Persis gambarannya seperti orang bertaqwa di dalam Al-Qur’an:

أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ

”… yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit.” (QS Ali Imran ayat 133-134)

Keempat, Nabi shollallahu ’alaih wa sallam sangat mewanti-wanti agar jangan sampai seseorang baru berfikir untuk bersedekah ketika ajal sudah menjelang. Sehingga digambarkan oleh beliau bahwa orang itu kemudian baru menyuruh seorang pencatat menginventarisasi siapa-siapa saja fihak yang berhak menerima harta miliknya yang hendak disedekahkan alias diwasiatkan.

Ini bukanlah bentuk bersedekah yang afdhol. Sebab pada hakikatnya, seorang yang bersedekah ketika ajal sudah menjelang, berarti ia melakukannya dalam keadaan sudah dipaksa oleh keadaan dirinya yang sudah tidak punya pilihan lain.

Bila seseorang bersedekah dalam keadaan ia bebas memilih antara mengeluarkan sedekah atau tidak, berarti ia lebih bermakna daripada seseorang yang bersedekah ketika tidak ada pilihan lainnya kecuali harus bersedekah.

Itulah sebabnya Nabi shollallahu ’alaih wa sallam lebih menghargai orang yang masih muda lagi sehat bersedekah daripada orang yang sudah tua dan menjelang ajal baru berfikir untuk bersedekah.

Ya Allah, masukkanlah kami ke dalam golongan orang-orang yang senantiasa bersedekah yang paling afdhol. Terimalah, ya Allah, segenap infaq dan sedekah kami di jalanMu. Amin.-

Disadur dari http://www.eramuslim.com/suara-langit/ringan-berbobot/sedekah-yang-paling-afdhol.htm

Comments Off on Sedekah Yang Paling Afdhol

Aug 11 2010

Install Smokeping Di UBUNTU

Published by under LinuX

Wah ternyata smokeping di freebsd kadang gagal terus……akhire pindah coba2 ke ubuntu deh eh ternyata lebih mudah langkah2nya

1. instal ubuntu nya jgn lupa di
#apt-get update

2. instal perintah seperti dibawah ini

#aptitude install smokeping curl libauthen-radius-perl libnet-ldap-perl libnet-dns-perl libio-socket-ssl-perl libnet-telnet-perl libsocket6-perl libio-socket-inet6-perl apache2

tunggu sampai proses selesai di install

nah langkah selanjutnya

1 Preliminary Note

I have tested this on an Ubuntu 9.04 system. I will use the hostname www.example.com for this system in this tutorial. We need a web server on the system to display the graphs. I will install Apache2 and use Apache’s default vhost for hosting the graphs. If you use a different vhost, you might have to adjust its settings or copy the smokeping.cgi script from /usr/lib/cgi-bin/smokeping.cgi to the appropriate location.

I’m running all the steps in this tutorial with root privileges, so make sure you’re logged in as root:

sudo su

2 Installing Smokeping

To install Smokeping along with some other recommended packages, we simply run:

aptitude install smokeping curl libauthen-radius-perl libnet-ldap-perl libnet-dns-perl libio-socket-ssl-perl libnet-telnet-perl libsocket6-perl libio-socket-inet6-perl apache2

3 Configuring Smokeping

The Smokeping configuration is in the file /etc/smokeping/config. This file just includes some other files from the /etc/smokeping/config.d directory so we have to modify these files. First we modify /etc/smokeping/config.d/General. In this file, you find some email settings and the URL of the Smokeping web interface. Change them like this:

vi /etc/smokeping/config.d/General

*** General ***

@include /etc/smokeping/config.d/pathnames

# Please edit this to suit your installation
owner    = Falko Timme
contact  = me@example.com
cgiurl   = http://www.example.com/cgi-bin/smokeping.cgi
mailhost = smtp.example.com
# specify this to get syslog logging
syslogfacility = local0
# each probe is now run in its own process
# disable this to revert to the old behaviour
# concurrentprobes = no

(Make sure that mailhost contains the primary MX for your email domain!)

Open /etc/smokeping/config.d/Alerts and set the correct to and from addresses for emails sent by Smokeping:

vi /etc/smokeping/config.d/Alerts

*** Alerts ***
to = me@example.com
from = smokealert@example.com
[...]

Next open /etc/smokeping/config.d/Targets. In this file, you find the remark line. Modify it to your likings:

vi /etc/smokeping/config.d/Targets

[...]
remark = Welcome to the SmokePing website of 'Example Company'
[...]

3.1 Basic Example

We will now do a basic configuration to measure the network latency to certain servers in various countries (e.g. Germany, UK, USA). In this example, I’m going to test the network connection to the servers www.heise.de (Germany), bbc.co.uk (UK), and web.mit.edu (USA). You should choose different servers to avoid a DOS!

Open /etc/smokeping/config.d/Targets again:

vi /etc/smokeping/config.d/Targets

At the end of this file, you should see this:

[...]
+ Local

menu = Local
title = Local Network

++ LocalMachine

menu = Local Machine
title = This host
host = localhost

Add the following lines to the file:

[...]
+ World

menu = World
title = World

++ Europe

menu = Europe
title =European Connectivity

+++ Germany

menu = Germany
title = German Connectivity
alerts = bigloss,someloss,startloss

++++ Heise

menu = Heise
title = Heise
host = www.heise.de

+++ UK

menu = United Kingdom
title = United Kingdom

++++ BBC

menu = BBC
title = BBC
host = bbc.co.uk

++ USA

menu = North America
title =North American Connectivity

+++ MIT

menu = MIT
title = Massachusetts Institute of Technology Webserver
host = web.mit.edu

Save your changes and restart Smokeping:

/etc/init.d/smokeping restart

Smokeping will now probe the servers by pinging them (by using /usr/bin/fping) – this is the default test.

Now open a web browser and go to http://www.example.com/cgi-bin/smokeping.cgi. This is the start page:

Click to enlarge

(JavaScript must be enabled in your browser to view the large image as an image overlay.)

After a few minutes you should see the first graphs. This is how the latency of localhost looks (which is configured by default in /etc/smokeping/config.d/Targets unless you changed that):

Click to enlarge

(JavaScript must be enabled in your browser to view the large image as an image overlay.)

Click to enlarge

(JavaScript must be enabled in your browser to view the large image as an image overlay.)

In the menu on the left side we can now go to the countries/servers that we configured earlier and take a look at their graphs:

Click to enlarge

(JavaScript must be enabled in your browser to view the large image as an image overlay.)

Comments Off on Install Smokeping Di UBUNTU

Aug 11 2010

Menambah Hardisk Di Freebsd 7

Published by under FreeBsd

  1. Secara fisik hard disk [IDE termasuk SATA] yang akan ditambahkan sudah terpasang dengan benar di komputer FreeBSD yang diinginkan yang sebelumnya hanya menggunakan satu hard disk IDE [ad0].
  2. # edit /var/run/dmesg.boot Langkah ini untuk melihat apakah hard disk baru yang ditambahkan bisa dikenali oleh sistem FreeBSD kita. Pada langkah-langkah selanjutnya, di sini diasumsikan bahwa hard disk baru dikenali sebagai ad1
  3. # dd if=/dev/zero of=/dev/rad1 bs=1k count=1 Langkah ini men-clear-kan hard disk baru
  4. # fdisk  -BI ad1 Langkah ini untuk menginisialisasi hard disk baru yang ditambahkan
  5. # bsdlabel -B -w -r ad1s1 auto lalu # bsdlabel -e ad1s1 Langkah ini untuk melabeli
  6. # mkdir -p /hd2 Langkah ini membuat direktori /hd2 untuk menampung mounting dari  partisi hard disk baru nantinya
  7. # newfs /dev/ad1s1e Langkah ini memformat partisi baru
  8. # mount -t ufs /dev/ad1s1e /hd2 Langkah ini untuk melakukan mounting partisi /dev/ad1s1e yang telah dibuat pada point 7 ke direktori /hd2 yang dibuat pada point 6
  9. # edit /etc/fstab Tambahkan baris berikut : /dev/ad1s1e    /hd2   ufs     rw     1    1

    agar pada booting berikutnya FreeBSD Anda bisa mengenali penambahan hard disk baru ini dan kita tinggal menggunakannya di /hd2

  10. Untuk hard disk tipe SCSI ganti ad dengan da

FreeBSD…masihkah perlu diragukan ?

Comments Off on Menambah Hardisk Di Freebsd 7